Cerita Ajeng sebagai Relawan
Selama dua minggu, Ajeng, siswi kelas 9 dari Sekolah Nusa Alam, menjadi relawan di Yayasan Peduli Anak. Melalui kegiatan belajar bersama anak-anak, ia mendapatkan pengalaman baru, mengenal lingkungan yang berbeda, dan merasakan bagaimana hal-hal sederhana dapat menciptakan hubungan yang bermakna.
Ajeng pertama kali mengenal Yayasan Peduli Anak melalui Sekolah Nusa Alam, yang beberapa kali mengadakan kegiatan donasi ke yayasan. Dari kunjungan tersebut, ia mulai mengenal Peduli Anak dan tertarik untuk menjadi relawan. Selain ingin mendapatkan pengalaman baru, Ajeng juga berharap dapat mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi masa depannya.
Belajar Bersama Anak-Anak
Selama menjadi relawan, Ajeng mengajar bahasa Inggris untuk siswa kelas 1 hingga kelas 4, membantu mereka belajar numerasi, serta mendampingi kegiatan belajar sehari-hari. Melalui kegiatan ini, ia berkesempatan berinteraksi langsung dengan anak-anak dan mengenal suasana belajar di Peduli Anak.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat pertama kali masuk ke kelas 4 dan bertemu dengan Zidan. Ajeng mengingat bagaimana anak-anak menyambutnya dengan ramah dan langsung mengajaknya bergabung. Sambutan tersebut membuatnya merasa diterima sejak hari pertama, sesuai dengan harapannya sebelum memulai pengalaman sebagai relawan.


Pengalaman Baru
Ajeng merasa nyaman berinteraksi dengan anak-anak karena suasana di Peduli Anak yang terbuka dan ramah. Meski terkadang anak-anak kurang fokus saat belajar, ia tetap menikmati proses mendampingi mereka dan tidak menghadapi banyak kesulitan selama menjadi relawan.
Pengalaman ini juga memberinya kesempatan untuk mencoba hal baru di luar rutinitas sekolah. Melalui interaksi sehari-hari, Ajeng belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda sekaligus mengenal pengalaman baru di luar kelas.
Bagi Ajeng, salah satu pelajaran terpenting selama menjadi relawan adalah pentingnya bersikap baik, tersenyum, dan berteman dengan siapa saja. Pengalaman ini bukan hanya tentang berbagi waktu dan pengetahuan, tetapi juga tentang belajar dari orang-orang yang ditemuinya.
Kini, masa relawannya telah berakhir, dan Ajeng mengaku akan merindukan anak-anak. Meski hanya berlangsung selama dua minggu, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri baginya. Ia juga mengatakan bahwa ia mungkin akan kembali berkunjung pada bulan Desember, bertepatan dengan liburan sekolah.
Terima kasih, Ajeng, telah meluangkan waktu dan berbagi kebaikan bersama anak-anak di Yayasan Peduli Anak. Semoga pengalaman ini menjadi bagian berharga dari perjalananmu ke depan.