Belajar Mendengar, Belajar Memahami

Belajar Mendengar, Belajar Memahami

DSCF5010

Pada 25 dan 26 September, Peduli Anak mengadakan seminar psikologi untuk para guru dan anak-anak kami di jenjang SMP di Lombok. Tujuannya sederhana: membantu semua orang lebih memahami anak-anak dan satu sama lain.

Seminar untuk guru berlangsung pada hari Jumat bersama psikolog tamu, lalu dilanjutkan dengan seminar untuk remaja kami pada hari Sabtu bersama psikolog Peduli Anak. Kedua seminar ini membahas hal yang sama pentingnya, yaitu komunikasi yang efektif.

Seminar untuk Guru

Pada hari Jumat, seluruh guru SD dan SMP Peduli Anak belajar cara berkomunikasi yang efektif saat mendampingi anak-anak dengan perilaku yang menantang. Cara guru berbicara dan mendengarkan sangat berpengaruh pada bagaimana anak merespons.

Materi ini dekat dengan keseharian guru di kelas. Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, guru bisa lebih memahami apa yang sedang dialami anak dan membantu mereka dengan cara yang lebih tenang.

Remaja Belajar Mengenali Diri

Pada hari Sabtu, giliran anak-anak kami di jenjang SMP yang mengikuti seminar. Mereka belajar cara berkomunikasi yang baik dengan teman, termasuk menyampaikan pendapat dan mendengarkan orang lain.

Remaja kami juga belajar mengendalikan emosi dan memahami seperti apa hubungan pacaran yang sehat. Di usia remaja, topik-topik ini mulai hadir dalam keseharian mereka, jadi penting untuk dibicarakan secara terbuka dan sesuai usia.

Pesan Berantai

Untuk mempraktikkan materi, anak-anak bermain pesan berantai dalam beberapa kelompok. Anak pertama menerima sebuah kalimat, lalu membisikkannya kepada teman di depannya. Kalimat itu terus dibisikkan sampai ke orang terakhir.

Hasilnya berbeda-beda. Di beberapa kelompok, kalimatnya berubah saat sampai di ujung, sementara kelompok lain berhasil menyampaikannya dengan benar. Dari situ, anak-anak melihat sendiri bahwa pesan harus disampaikan dengan jelas dan didengarkan dengan baik supaya sampai dengan utuh.

Dalam dua hari ini, guru dan remaja kami mempelajari hal yang sama dari dua sisi. Guru belajar menjadi pendengar dan pendamping yang lebih baik, sedangkan anak-anak belajar menyampaikan perasaan dan pikiran mereka dengan cara yang sehat.

Terima kasih kepada psikolog tamu yang telah membagikan ilmunya kepada para guru kami, serta kepada psikolog Peduli Anak yang mendampingi remaja kami selama seminar.

Berita Kami

Berita Terbaru