Waldi semakin menerima identitas dirinya dan merasa bangga dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya. Ia mengerjakan tugas membersihkan kaca dengan teliti serta menjaga barang-barang pribadinya tetap rapi. Waldi juga menikmati bermain sepak bola dan layang-layang bersama teman-temannya. Walaupun cenderung pendiam, ia tetap ceria, responsif, mandiri, dan mampu menjalin hubungan sosial yang baik.