Proyek Jembatan Gantung dari Stik Es Krim
Siswa SMP di Peduli Anak mengikuti kegiatan praktik pada mata pelajaran Prakarya dengan merancang dan membuat miniatur jembatan gantung menggunakan stik es krim. Dalam kegiatan ini, siswa bekerja secara berkelompok untuk merancang dan membangun model konstruksi sederhana melalui proses yang terencana.
Proyek ini bertujuan membantu siswa memahami bahwa sebuah produk tidak hanya dibuat, tetapi juga perlu dirancang dengan mempertimbangkan bentuk, fungsi, dan kekuatan struktur. Melalui kerja kelompok, siswa belajar berdiskusi, membagi peran, serta menyelesaikan berbagai tantangan selama proses pengerjaan.
Belajar Konstruksi Sederhana
Sebelum memulai pembuatan, setiap kelompok menyusun rencana desain jembatan yang akan dibuat. Mereka mempertimbangkan susunan rangka, keseimbangan konstruksi, serta teknik penyambungan agar struktur dapat berdiri dengan baik.
Selama proses pengerjaan, siswa menghadapi berbagai tantangan seperti menjaga kestabilan rangka, menyesuaikan ukuran, dan memperkuat bagian yang kurang kokoh. Kegiatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, ketelitian, serta keterampilan bekerja sama dalam tim.


Pengalaman Belajar Langsung
Kegiatan praktik berlangsung dengan pendampingan dari Ibu Nia untuk memastikan proses pembelajaran berjalan dengan aman dan terarah. Siswa didorong untuk aktif berdiskusi, mencoba berbagai solusi, dan menyelesaikan proyek secara kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memahami proses di balik pembuatan sebuah produk. Mereka belajar menghargai peran masing-masing serta membangun rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan kelompok.
Melalui proyek Prakarya ini, SMP Peduli Anak berupaya menghadirkan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung, pemecahan masalah, dan kerja sama. Kegiatan seperti ini membantu siswa menghubungkan konsep yang dipelajari dengan penerapannya dalam situasi nyata.
Ke depan, Peduli Anak akan terus mengembangkan pembelajaran berbasis praktik yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pembelajar yang aktif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan.



