﻿{"id":27,"date":"2017-06-19T21:10:45","date_gmt":"2017-06-19T20:10:45","guid":{"rendered":"http:\/\/pedulianak.wiz-lab.com\/?page_id=27"},"modified":"2025-08-26T04:40:43","modified_gmt":"2025-08-26T02:40:43","slug":"management","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/management\/","title":{"rendered":"Management"},"content":{"rendered":"<p><strong>Peduli Anak Foundation &#8211; Netherlands<\/strong><br \/>\n<strong>Tim Pendiri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Chaim Fetter<\/strong><\/p>\n<p>Chaim, seorang pengusaha sosial, filantropis, dan sarjana psikologi asal Belanda yang memiliki akar keluarga di Indonesia\u2014tempat kakek nenek dan ayahnya lahir\u2014memulai perjalanan kewirausahaannya pada usia enam tahun dan kemudian mendirikan usaha e-commerce pertamanya pada usia tujuh belas tahun. Didorong oleh kunjungannya ke Indonesia dan komitmen mendalam terhadap dampak sosial, ia ikut mendirikan Yayasan Peduli Anak pada tahun 2006. Selanjutnya, beralih ke usaha IT, Chaim meluncurkan Jualo.com, sebuah platform pasar terkemuka di Indonesia, yang kemudian ia jual kepada Carro Singapore.<\/p>\n<p><strong>Bj\u00f8rn Dudok van Heel<\/strong><br \/>\nBj\u00f8rn adalah seorang wirausahawan serial dengan semangat untuk menjembatani budaya. Selain Peduli Anak Foundation, ia juga mendirikan berbagai usaha konsumen di Asia Berkembang. Dengan gelar di bidang hukum dan bisnis, Bj\u00f8rn aktif terlibat dalam jaringan dinamis (alumni) dari Harvard Business School dan YPO. Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Harvard Business School Club untuk wilayah GCC, yang mencakup Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.<\/p>\n<p><strong>Martina Natratilova<\/strong><br \/>\nDirektur SDM berpengalaman, ibu asuh, dan master dalam bahasa Inggris, yang bersemangat untuk memberdayakan anak-anak dari latar belakang kurang mampu untuk meraih impian mereka. Juga seorang guru yoga dan spesialis pendidikan yang terampil dalam manajemen nirlaba, terjemahan, publikasi, pendidikan dasar, koordinasi relawan, dan penulisan proposal.<\/p>\n<p><strong>Agus Mulyono<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai seorang pengacara dan pengusaha yang berdedikasi, Agus (Indonesia) memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam merancang dan melaksanakan rencana proyek untuk berbagai usaha komersial dan organisasi amal di pedesaan Indonesia. Ia meraih gelar sarjana hukum (SH) dari Universitas UNIZAR Mataram.<\/p>\n<p><strong>Direksi dan Manajemen<\/strong><\/p>\n<p><strong>Chaim Fetter &#8211; Direktur<\/strong><\/p>\n<p><strong>Taha Ben Mrad &#8211; Anggota Direksi<\/strong><\/p>\n<p>Setelah karir yang sukses sebagai serial wirausahawan, Taha memfokuskan energi dan sumber dayanya untuk membangun model kebajikan di mana keuntungan yang dihasilkan dari investasi tahap awal dalam usaha teknologi tinggi digunakan untuk mendanai proyek-proyek filantropi. Boutique investasinya, Seed4equity, didorong oleh filosofi untuk memaksimalkan keuntungan guna menghasilkan dampak maksimal, dengan fokus membantu anak-anak rentan menjadi mandiri melalui pendidikan.<br \/>\nPendidikan: Taha memiliki gelar Sarjana Ekonomi, Magister Manajemen serta Magister Ilmu Bisnis Informasi dari Sekolah Bisnis Universitas Lausanne.<\/p>\n<p><strong>Nicole Rose &#8211; Anggota Direksi<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai seorang eksekutif keuangan yang telah tinggal dan bekerja di beberapa negara selama 14 tahun terakhir, Nicole menawarkan pengetahuan keuangan dan bisnis yang dipadukan dengan latar belakang internasional serta hasrat untuk meningkatkan masa depan anak-anak kurang mampu melalui akses pendidikan.<br \/>\nPendidikan: Magister Ekonomi (Universitas M\u00fcnster, Jerman) dan Sarjana Ekonomi (Universitas Montpellier, Prancis).<\/p>\n<p><strong>Remco Tel &#8211; Bendahara<\/strong><\/p>\n<p>Wirausahawan Belanda dan pemilik kantor administrasi RT Administratiekantoor B.V. di Belanda.<br \/>\nPendidikan: Sekolah Ekonomi dan Manajemen dengan spesialisasi dalam studi pajak.<\/p>\n<p><strong>Yayasan Peduli Anak &#8211; Tim Pendiri Indonesia<\/strong><\/p>\n<p><strong>Chaim Fetter<\/strong><br \/>\n<strong>Agus Mulyono<\/strong><br \/>\n<strong>Martina Natratilova<\/strong><\/p>\n<p><strong>Direksi dan Manajemen<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nurdiana &#8211; Direktur Eksekutif<\/p>\n<p><\/strong>Nurdiana memiliki pengetahuan dan pengalaman luas bekerja di organisasi bantuan dan pengembangan komunitas dengan lebih dari 11 tahun pengalaman bekerja dengan anak-anak dan mengelola organisasi.<br \/>\nPendidikan: Sarjana Sastra Inggris, Universitas Andalas, Sumatera Barat<\/p>\n<p><strong>Layla Virginia &#8211; Sekretaris<\/p>\n<p><\/strong>Sebagai mantan guru bahasa Inggris dan penerjemah, Layla memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan, bekerja dengan anak-anak, dan komunikasi.<br \/>\nPendidikan: Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan dan Keguruan, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat<\/p>\n<p><strong>Syarifah &#8211; Bendahara<\/p>\n<p><\/strong>Sebagai anak pertama dari Peduli Anak yang lulus dari universitas, Syarifah menjadi teladan yang sangat baik bagi anak-anak Peduli Anak. Ia juga menerapkan pengetahuannya dalam administrasi dan keuangan di kantor Peduli Anak.<br \/>\nPendidikan: Sarjana Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah, Mataram<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peduli Anak Foundation &#8211; Netherlands Tim Pendiri Chaim Fetter Chaim, seorang pengusaha sosial, filantropis, dan sarjana psikologi asal Belanda yang memiliki akar keluarga di Indonesia\u2014tempat kakek nenek dan ayahnya lahir\u2014memulai perjalanan kewirausahaannya pada usia enam tahun dan kemudian mendirikan usaha e-commerce pertamanya pada usia tujuh belas tahun. Didorong oleh kunjungannya ke Indonesia dan komitmen mendalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"template-founders.php","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-27","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Management<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"[:en]Management[:id]Management[:my]Management[:ae]Management[:nl]Management[:fr]Direction[:]\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peduli Anak Foundation &#8211; Netherlands Tim Pendiri Chaim Fetter Chaim, seorang pengusaha sosial, filantropis, dan sarjana psikologi asal Belanda yang memiliki akar keluarga di Indonesia\u2014tempat kakek nenek dan ayahnya lahir\u2014memulai perjalanan kewirausahaannya pada usia enam tahun dan kemudian mendirikan usaha e-commerce pertamanya pada usia tujuh belas tahun. Didorong oleh kunjungannya ke Indonesia dan komitmen mendalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Peduli Anak Foundation\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-26T02:40:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/\",\"url\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/\",\"name\":\"[:en]Management[:id]Management[:my]Management[:ae]Management[:nl]Management[:fr]Direction[:]\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-06-19T20:10:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-26T02:40:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Management\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/\",\"name\":\"Peduli Anak Foundation\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Peduli Anak\",\"url\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo.png\",\"width\":385,\"height\":110,\"caption\":\"Yayasan Peduli Anak\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"[:en]Management[:id]Management[:my]Management[:ae]Management[:nl]Management[:fr]Direction[:]","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"[:en]Management[:id]Management[:my]Management[:ae]Management[:nl]Management[:fr]Direction[:]","og_description":"Peduli Anak Foundation &#8211; Netherlands Tim Pendiri Chaim Fetter Chaim, seorang pengusaha sosial, filantropis, dan sarjana psikologi asal Belanda yang memiliki akar keluarga di Indonesia\u2014tempat kakek nenek dan ayahnya lahir\u2014memulai perjalanan kewirausahaannya pada usia enam tahun dan kemudian mendirikan usaha e-commerce pertamanya pada usia tujuh belas tahun. Didorong oleh kunjungannya ke Indonesia dan komitmen mendalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/","og_site_name":"Peduli Anak Foundation","article_modified_time":"2025-08-26T02:40:43+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/","url":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/","name":"[:en]Management[:id]Management[:my]Management[:ae]Management[:nl]Management[:fr]Direction[:]","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#website"},"datePublished":"2017-06-19T20:10:45+00:00","dateModified":"2025-08-26T02:40:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/management\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pedulianak.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Management"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#website","url":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/","name":"Peduli Anak Foundation","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#organization","name":"Yayasan Peduli Anak","url":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.pedulianak.org\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.pedulianak.org\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/logo.png","width":385,"height":110,"caption":"Yayasan Peduli Anak"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/27","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/27\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106498,"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/27\/revisions\/106498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pedulianak.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}